Selain itu, penerimaan ini juga menandakan bahwa SPK telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Sabu. “Jika sudah menjadi keluarga, maka kami akan saling mendukung. Kami mendoakan agar SPK sukses menjadi pemimpin di NTT,” tambah Marihi.
SPK: Nama Ma Pannu Pe Akan Selalu Saya Banggakan
Dalam sambutannya, SPK mengungkapkan rasa haru atas penyambutan dan pemberian nama adat tersebut. Ia merasa terhormat menjadi bagian dari masyarakat Sabu dan akan selalu memperkenalkan dirinya dengan nama adat tersebut.
“Nama Ma Pannu Pe ini akan menjadi pengikat saya dengan orang Sabu Raijua. Saya bangga dan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai budaya Sabu,” ujar SPK dengan penuh haru.
Komitmen Revitalisasi Kampung Adat
Sebagai bentuk apresiasi, SPK berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kampung adat seperti Namata. Ia menjelaskan bahwa dalam program SIAGA (Simon Kamlasi-Adrianus Garu), revitalisasi rumah adat menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan pariwisata dan melestarikan budaya lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








