“Kampung adat adalah simbol harga diri dan kebanggaan masyarakat. Kami akan memastikan sarana dan prasarana di kampung adat seperti Namata ini mendapat perhatian penuh agar dapat menarik wisatawan dan menjadi pusat pelestarian budaya,” tegasnya.
SPK menambahkan bahwa pariwisata berbasis budaya akan menjadi salah satu prime mover pembangunan di NTT. Dengan menata kampung adat dan situs budaya, NTT dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Harapan Masyarakat Sabu untuk Pemimpin Baru
Kunjungan SPK ke Kampung Adat Namata tidak hanya memberikan kesan mendalam, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat Sabu untuk menyuarakan harapan mereka.
“Beliau datang pada saat yang tepat, di mana kami sedang mempersiapkan kebun untuk masa tanam. Kami percaya, SPK akan membawa masa depan yang lebih cerah bagi NTT,” ujar Marihi penuh harap.
Kehadiran SPK di Kampung Namata menjadi bukti nyata bahwa budaya dan tradisi tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan politik dan kepemimpinan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








