Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Simon Petrus Kamlasi Diterima Secara Adat di Sabu Raijua: Diberi Nama Ma Pannu Pe

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20241121 205846

“Kampung adat adalah simbol harga diri dan kebanggaan masyarakat. Kami akan memastikan sarana dan prasarana di kampung adat seperti Namata ini mendapat perhatian penuh agar dapat menarik wisatawan dan menjadi pusat pelestarian budaya,” tegasnya.

SPK menambahkan bahwa pariwisata berbasis budaya akan menjadi salah satu prime mover pembangunan di NTT. Dengan menata kampung adat dan situs budaya, NTT dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Harapan Masyarakat Sabu untuk Pemimpin Baru

Kunjungan SPK ke Kampung Adat Namata tidak hanya memberikan kesan mendalam, tetapi juga menjadi momen penting bagi masyarakat Sabu untuk menyuarakan harapan mereka.

“Beliau datang pada saat yang tepat, di mana kami sedang mempersiapkan kebun untuk masa tanam. Kami percaya, SPK akan membawa masa depan yang lebih cerah bagi NTT,” ujar Marihi penuh harap.

Kehadiran SPK di Kampung Namata menjadi bukti nyata bahwa budaya dan tradisi tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan politik dan kepemimpinan.

Baca Juga :  Kejutan Politik! Kolonel Simon Petrus Kamlasi Diisukan Maju sebagai Calon Gubernur NTT
  • Bagikan