Ayub menilai bahwa SPK tidak hanya memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada, tetapi juga memiliki visi yang kuat untuk masa kepemimpinan lima tahun ke depan.
“Saya bukan hanya melihat pada peluang kemenangannya saja, melainkan saya melihat lima tahun masa kepemimpinan, selanjutnya apa yang akan terjadi. Outputnya apa,” tambahnya.
Analisis Demografis Ayub Titu Eki
Sebagai seorang demografer, Ayub melihat bahwa NTT membutuhkan kepemimpinan yang mantap untuk keluar dari kemiskinan ekstrem.
“NTT kalau tidak memiliki satu kepemimpinan yang mantap, maka dalam periode ini, yakni 2024-2029 ke atas, akan tetap menjadi daerah urutan ketiga termiskin di Indonesia,” jelas Ayub.
Ia menekankan bahwa kemiskinan di NTT sudah sangat ekstrem secara statistik dan harus menjadi agenda utama bagi pemimpin yang akan datang.
Ayub percaya bahwa SPK memiliki potensi besar untuk membuat perubahan signifikan.
“Dia berpotensi membuat loncatan. Karena kemiskinan kita adalah kemiskinan yang secara statistik, sudah sangat ekstrem. Sehingga angka kemiskinan ini harus menjadi satu agenda karena kemiskinan inilah yang membuat tenaga produktif dijual ke luar daerah,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









