Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bentuk Klub Presiden: Langkah Prabowo Menuju ‘Tidak Ada Oposisi.?

Kontributor : SN Editor: Josse
InCollage 20240504 124920285

Jakarta, SNKlub Presiden merupakan rencana mengejutkan publik dari Prabowo Subianto, presiden terpilih yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Langkah ini menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan, terutama terkait potensi dampaknya terhadap dinamika politik nasional.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Klub Presiden, yang akan melibatkan mantan presiden seperti Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo (Jokowi), disambut positif oleh beberapa pihak sebagai upaya rekonsiliasi politik.

Namun, ada juga kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan dan pengaruhnya terhadap semangat oposisi.

Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara Prabowo, menyatakan bahwa tujuan dari pembentukan Klub Presiden adalah untuk mendengarkan masukan dari para pendahulu yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin negara.

Namun, peneliti politik Usep Saepul Ahyar menilai bahwa hal ini berpotensi memunculkan konflik kepentingan di antara mantan presiden yang pernah memimpin partai politik masing-masing.

Meskipun demikian, Prabowo terus menggarisbawahi pentingnya rekonsiliasi politik dan menghindari adanya oposisi yang terlalu kuat. Bahkan, Jokowi sendiri menyambut baik rencana pembentukan Klub Presiden tersebut.

Baca Juga :  Jokowi Teken Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, Masa Jabatan Kade 8 Tahun Dan Bisa 2 Periode
  • Bagikan