Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan BNPB pada Penanganan Banjir Bandang Kota Ternate

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240828 WA0065

SN – Penanganan pascabanjir bandang Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, memasuki hari ke-3. Bencana yang terjadi di daerah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Beberapa kebijakan mengenai langkah darurat dan potensi bahaya ke depan disampaikan BNPB.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana banjir bandang di Kelurahan Rua-Kota Ternate pada Selasa (27/8). Pada kesempatan itu, Suharyanto mengungkapkan kebijakan dalam tiga fase, yaitu jangka pendek, menengah dan panjang. Selama masa tanggap darurat atau jangka pendek, Kepala BNPB mendorong optimalisasi pencarian korban hilang.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Terkait Upaya tersebut, pada hari ini, Selasa (27/8), petugas gabungan berhasil mengevakuasi 2 korban meninggal dunia, sedangkan 1 lagi masih dinyatakan hilang.

Selain itu, pada fase tanggap darurat Suharyanto menggarisbawahi pemenuhan kebutuhan para penyintas dan warga terdampak. Pada saat di pos pengungsian Kepala BNPB menyampaikan apabila ada jenis kebutuhan yang masih harus dipenuhi, seperti pakaian.

Baca Juga :  Franciscus Go: NTT Harus Jadi Daya Tarik Investasi, Potensi Ekonomi NTT Cukup Besar
  • Bagikan