SN, Kupang – Balai Bahasa Nusa Tenggara Timur (Balai Bahasa NTT) resmi diluncurkan di Kupang, dalam rangka Rapat Kerja Akhir Tahun Bersama Mitra yang diadakan di Hotel Neo Aston. Peluncuran ini menandai perubahan status Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi Balai Bahasa NTT, sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pembinaan bahasa di wilayah tersebut.
Peluncuran Balai Bahasa NTT ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, yang mewakili Pj Wali Kota Kupang. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa NTT, Elis Setiati, S.PD., M.Hum., serta Bunda Theresia Kumanireng, yang merupakan perintis pendirian Kantor Bahasa NTT. Selain itu, hadir pula pejabat dari berbagai instansi, seperti Balai Penjamin Mutu Pendidikan NTT, Kepala Balai Guru Penggerak NTT, perwakilan LL DIKTI XV NTT, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan NTT, pejabat Pemprov NTT, dan Polresta Kupang.
Kenaikan Status dan Proses yang Panjang
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bahasa NTT, Elis Setiati, mengungkapkan bahwa proses perubahan status dari Kantor Bahasa menjadi Balai Bahasa NTT berlangsung selama tiga tahun. Dia menekankan bahwa kenaikan status ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara Kantor Bahasa NTT dan berbagai mitra kerja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








