Ombudsman NTT Desak Kejelasan Layanan KUR, Soroti Agunan, Potongan Biaya hingga Data Pelunasan

Kontributor : SN
1792152522856

Ombudsman NTT Desak Kejelasan Layanan KUR, Soroti Agunan, Potongan Biaya hingga Data Pelunasan

KUPANG, SNC – Ketidakjelasan persyaratan agunan, waktu pencairan kredit, potongan biaya, hingga data pelunasan yang belum diperbarui menjadi persoalan serius dalam pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sepanjang September 2026, Ombudsman RI Perwakilan NTT mencatat 62 laporan masyarakat terkait layanan KUR yang tersebar di 13 kabupaten/kota, dengan jumlah laporan terbanyak berasal dari Kota Kupang.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Temuan tersebut mendorong Ombudsman NTT memperkuat koordinasi pengawasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bank penyalur KUR. Rapat koordinasi berlangsung di Kantor Ombudsman NTT, Kamis (15/10/2026), dengan melibatkan perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Rapat dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Yosua Pepris Karbeka, serta dihadiri Asisten Direktur Senior OJK Perwakilan NTT, Bambang Purwogandi.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Liputan Penelantaran Istri Polisi Berujung Intimidasi Wartawan di Kupang
  • Bagikan