Antrean SPBU Mengular, Winston Rondo Desak Pertamina Buka Data Kuota Pertalite untuk NTT

Pemerintah daerah juga dapat memperkuat pelaporan dari lapangan melalui koordinasi dengan pengelola SPBU, aparat setempat, dan masyarakat. Informasi yang akurat mengenai lokasi antrean, lamanya gangguan, serta ketersediaan stok dapat membantu mempercepat penanganan.

Namun, langkah tersebut harus disertai kejelasan tindak lanjut. Jika gangguan terjadi akibat keterlambatan pengiriman, perlu ada penjelasan mengenai jadwal pemulihan pasokan. Jika persoalan berkaitan dengan ketidaksesuaian antara alokasi dan kebutuhan, pemerintah harus mengajukan evaluasi kepada pihak yang memiliki kewenangan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bagi NTT, koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting karena distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan BBM secara nasional, tetapi juga oleh kemampuan menyalurkannya hingga ke wilayah tujuan.

Winston menilai, kelangkaan yang terjadi merupakan ujian terhadap tanggung jawab pemerintah di semua tingkatan.

“Negara sangat tegas ketika menarik pajak dan menagih kewajiban rakyat. Maka negara juga harus tegas memenuhi tanggung jawabnya. Rakyat membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan sekadar pejabat yang pandai menjelaskan persoalan,” katanya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Pemprov NTT dan 21 Daerah Sepakati Transformasi Besar Bank NTT, Fokus pada Tata Kelola dan Penguatan Layanan Publik
  • Bagikan