Ia menyebut bahwa awak media saat ini merupakan garda depan dalam membentuk opini publik, membingkai realitas, sekaligus menyaring informasi yang kredibel. Oleh karena itu, kecakapan berbahasa menjadi modal utama bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara etis dan profesional.
“Kita bicara soal pilar keempat demokrasi. Peran wartawan tidak bisa dianggap remeh. Lewat bahasa yang tepat, akurat, dan beretika, mereka menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan publik,” lanjut Ralph.
Dalam kegiatan ini, para wartawan dibekali dengan materi seputar penggunaan bahasa yang sesuai kaidah, penyusunan berita yang efektif dan efisien, hingga peran bahasa dalam membentuk narasi publik. Pelatihan ini menjadi ruang penyegaran bagi wartawan dalam menghadapi dinamika informasi yang kian kompleks.
Ralph juga menyoroti bagaimana media massa turut memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia. Istilah seperti petahana, katanya, merupakan contoh nyata peran media dalam membentuk bahasa yang hidup dan adaptif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








