Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Komite II DPD RI Dorong Hilirisasi Perkebunan NTT Demi Kesejahteraan Petani

Kontributor : SN Editor: Redaksi
komite-ii-dpd-ri-hilirisasi

“Saya mengharapkan agar budidaya perkebunan di NTT mulai mengadopsi teknologi terbaru dan menerapkan praktik pengelolaan terbaik. Tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan,” ujar Melki.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya peran kelompok tani dalam pengelolaan komoditas perkebunan seperti kelapa, mente, dan kemiri yang menjadi andalan masyarakat NTT.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Senator AWK Dorong Hilirisasi Perkebunan

Wakil Ketua Komite II DPD RI sekaligus Senator asal NTT, Angelius Wake Kako (AWK), dalam sambutannya menyoroti bahwa pengelolaan sektor perkebunan di NTT masih didominasi oleh orientasi produksi bahan mentah tanpa proses hilirisasi.

“Pengelolaan perkebunan di NTT masih berbasis barang mentah. Hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas AWK.

Ia mendorong agar produk unggulan NTT seperti kelapa, mente, dan kemiri diolah menjadi produk jadi sebelum diekspor, sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat lokal.

Perjuangan Anggaran Rp 94 Miliar

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan anggaran lebih dari Rp 94 miliar kepada pemerintah pusat guna mendukung program swasembada pangan dan pengembangan sektor perkebunan.

Baca Juga :  Bupati Kupang Buka Kongres Askab PSSI Kab Kupang
  • Bagikan