“Selanjutnya yang belum terdaftar sebagai calon pemilih segera didaftar sehingga semua yang punya hak untuk memilih dapat memilih sehingga sekecil apapun yang dapat menimbulkan masalah dapat kita meminimalisirnya. Kemudian Netralitas ASN dan para pimpinan wilayah dari tingkat yang paling bawah harus netral tidak boleh berpolitik praktis,” ungkap Andriko.
Ia turut menjelaskan, banyak potensi dari berbagai sektor yang bisa dikembangkan di wilayah NTT untuk bisa mengatasi persoalan kemiskinan, kemiskinan ekstrem dan stunting.
“Produksi makanan di NTT berlimpah, padi punya, jagung, pisang umbi-umbian hingga sorgum hingga ikannya juga melimpah. Itu harus menjadi potensi yang harus kita gali dan kembangkan menjadi kekuatan dasar dalam membangun pangan kita, sehingga jangan ada lagi impor tetapi kita dapat membuat swasembada pangan berbasis sumber daya lokal yang ada sebagai basis menuju mandiri pangan,” ujarnya.
“Saat ini dibawah Pemerintahan Presiden Prabowo dengan program besarnya yaitu dengan makan gratis maka kita harus selaraskan dengan mandiri pangan agar bahan pangan yang digunakan untuk program makan gratis berasal dari hasil bahan pangan di NTT. Ini selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tetapi membantu mereka menuju Generasi Emas 2045,” terang Pj. Andriko.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








