Indeks S&P 500 turun 322 poin atau hampir 6%, menutup pada level 5.074 — penurunan satu hari terbesar sejak 16 Maret 2020, saat indeks ini jatuh 12%. Penurunan ini menghapus sekitar 2,7 triliun dari nilai pasar S&P 500, mengembalikannya ke level yang tercatat pada Februari 2024.
Dow Jones Industrial Average merosot 2.231 poin, atau 5,5%, dan kini turun 14% sejak puncaknya pada Februari. Sementara itu, Nasdaq Composite mengalami penurunan 963 poin, atau 5,8%, yang menempatkan indeks berbasis teknologi ini dalam kategori beruang market, yakni penurunan lebih dari 20% dari level tertinggi terbarunya.
Saham-saham teknologi jatuh tajam minggu ini, karena kekhawatiran bahwa tarif yang dikenakan oleh AS terhadap China — beserta respons dari Beijing — akan berdampak buruk bagi sektor teknologi, yang telah berperan besar dalam mendorong laba perusahaan.
“Kerugian ekonomi akibat tarif ini sulit untuk dijelaskan dan pada dasarnya dapat membuat industri teknologi AS mundur satu dekade, sementara China terus berkembang,” ujar Dan Ives dari Wedbush Securities dalam laporannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
