Solita Marcelli, kepala investasi Amerika di UBS Global Wealth Management, mengingatkan klien bahwa AS berisiko terjerumus ke dalam resesi pada akhir tahun ini, kecuali kebijakan tarif dapat dilonggarkan.
“Dalam jangka pendek, kami memperkirakan tarif bisa lebih tinggi lagi. Tanpa adanya upaya aktif dari Presiden Trump untuk mengurangi tarif dalam tiga hingga enam bulan ke depan, kita kemungkinan akan memasuki skenario yang merugikan, termasuk resesi besar di AS dan pasar ekuitas yang lebih rendah,” katanya dalam catatan analisa.
Baca Juga : Kekhawatiran Dari Dampak Perang Dagang Global
Penurunan tajam ini merupakan penurunan dua hari terbesar bagi S&P 500 dan Nasdaq sejak Maret 2020, saat pandemi dimulai, dan telah menyebabkan kerugian triliunan dolar bagi investor.
Penurunan semacam ini bukanlah hal yang jarang terjadi di Wall Street, meskipun relatif langka. Dalam 25 tahun terakhir, S&P 500 telah mengalami penurunan 4% atau lebih dalam sehari sebanyak 38 kali, menurut Adam Turnquist, kepala strategi teknis di LPL Financial.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
