“Ini adalah langkah balasan yang agresif dan eskalatif, yang membuat kemungkinan tercapainya kesepakatan jangka pendek untuk mengakhiri perang dagang antara kedua negara besar ini semakin kecil,” kata analis dari Capital Economics dalam laporan mereka.
Meski begitu, ada kabar baik di pasar keuangan, di mana sektor tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan. Sebanyak 228.000 pekerjaan baru tercipta pada bulan Maret, jauh melampaui perkiraan analis. Tingkat pengangguran nasional sedikit naik menjadi 4,2%, dibandingkan dengan 4,1% pada Februari.
Namun, meskipun ada angka lapangan kerja yang kuat, beberapa ahli mengatakan bahwa data tersebut belum mencerminkan dampak kebijakan perdagangan pemerintahan Trump terhadap perekonomian secara keseluruhan.
“Bagi investor yang melihat portofolio mereka, penurunan pasar ini bisa terasa seperti operasi yang dilakukan tanpa anestesi,” kata Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management, merujuk pada penurunan pasar saham minggu ini yang mengoyak kantong investor pasar saham. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
