Betun Malaka, SN – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) NTT menegaskan bahwa kasus korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka tidak ada kaitannya dengan politik.
Ketua Umum ARAKSI NTT, Alfred Baun, SH, memastikan bahwa fokus utama dalam kasus ini adalah penegakan hukum dan keadilan.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Kupang pada Selasa (9/7/2024), Alfred Baun menyatakan, “Proses hukum terhadap kasus korupsi pengadaan benih bawang merah ini murni mengenai keadilan dalam penegakan hukum. Posisi ARAKSI adalah terus mengawal kasus ini sejak 2018 hingga saat ini.
“Kasus korupsi yang melibatkan kerugian negara sekitar Rp 3,9 miliar dari total anggaran Rp 9,8 miliar ini telah menjadi sorotan publik.
Menurut Alfred Baun, penyelidikan dan penyidikan kasus ini tidak ada kaitannya dengan politik di Malaka. “Kami tidak berada pada posisi kepentingan politik. Kami terus mengawal kasus ini agar bisa terungkap hingga aktor intelektualnya. Ibarat sebuah pohon, jangan hanya memetik daunnya, tetapi juga mencabut akar dan menebang pohonnya,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








