Kasus ini juga menarik perhatian Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) Indonesia. Gabriel Goa, Ketua KOMPAK Indonesia, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap aktor intelektual di balik kasus ini.
“Jika perlu, kami akan mengadakan aksi besar-besaran di KPK RI,” ujar Gabriel Goa pekan lalu.
ARAKSI NTT berkomitmen untuk memastikan bahwa kasus ini diusut tuntas tanpa ada intervensi politik. Alfred Baun berharap agar KPK dapat bergerak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini, sehingga keadilan dapat diwujudkan.
“Kami berharap KPK dapat segera menangkap para pelaku utama dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” tambahnya.
Pernyataan Alfred Baun ini memperkuat posisi ARAKSI NTT sebagai garda terdepan dalam upaya penegakan hukum yang adil dan transparan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh ARAKSI NTT dan KOMPAK Indonesia.
Dengan demikian, proses hukum kasus korupsi bawang merah di Malaka akan terus berlanjut dengan fokus pada penegakan hukum dan keadilan, tanpa terpengaruh oleh isu politik yang berkembang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








