Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

ARAKSI NTT: Kasus Korupsi Bawang Merah Malaka Tidak Terkait Politik, Fokus Pada Penegakan Hukum

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20240710 134413
Ketua Umum ARAKSI NTT, Alfred Baun, S.H. (Dok.redaksi)

Kasus ini juga menarik perhatian Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) Indonesia. Gabriel Goa, Ketua KOMPAK Indonesia, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap aktor intelektual di balik kasus ini.

“Jika perlu, kami akan mengadakan aksi besar-besaran di KPK RI,” ujar Gabriel Goa pekan lalu.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

ARAKSI NTT berkomitmen untuk memastikan bahwa kasus ini diusut tuntas tanpa ada intervensi politik. Alfred Baun berharap agar KPK dapat bergerak cepat dan tegas dalam menangani kasus ini, sehingga keadilan dapat diwujudkan.

“Kami berharap KPK dapat segera menangkap para pelaku utama dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya,” tambahnya.

Pernyataan Alfred Baun ini memperkuat posisi ARAKSI NTT sebagai garda terdepan dalam upaya penegakan hukum yang adil dan transparan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh ARAKSI NTT dan KOMPAK Indonesia.

Dengan demikian, proses hukum kasus korupsi bawang merah di Malaka akan terus berlanjut dengan fokus pada penegakan hukum dan keadilan, tanpa terpengaruh oleh isu politik yang berkembang.

Baca Juga :  Pansus LKPJ Ungkap Temuan Mengejutkan: Ditkrimsus Polda NTT Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Dana Seroja di Kabupaten Kupang
  • Bagikan