“Kami ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang melibatkan George Sugama Halim dan mendukung penuh proses hukum yang akan dilanjutkan,” tulis Lindayes dalam pernyataan resminya. “Kami sangat menyesali kejadian yang tidak pantas ini dan berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini dengan segera.”
Lindayes juga menegaskan bahwa George Sugama Halim tidak memiliki jabatan atau posisi apa pun dalam perusahaan. Meskipun ia adalah anak pemilik, George mengalami keterbelakangan dalam hal kecerdasan IQ dan EQ yang telah diuji sebelumnya.
“Selain kejadian dengan saudari yang menjadi korban, pemilik toko juga pernah menjadi korban kekerasan. Bahkan ibu George pernah mengalami patah tulang lengan dan memar akibat kekerasan, serta adiknya yang juga terluka,” tambah pihak Lindayes. “Sebagai seorang ibu, sulit untuk memproses hukum anaknya sendiri meskipun dia menjadi korban.”
Lindayes juga mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan serupa tidak hanya menimpa korban yang baru-baru ini diketahui, tetapi juga dialami oleh keluarga dekat pelaku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








