Dalam sebuah pertemuan pada akhir Juli, Kim Jong Un telah menyatakan akan menghukum keras para pejabat yang dianggap mengabaikan tanggung jawab mereka. Pemimpin Korea Utara tersebut menegaskan bahwa pejabat negara harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam yang tidak tertangani dengan baik.
Kim Jong Un sendiri dilaporkan turun tangan langsung memimpin operasi penyelamatan ketika banjir melanda. Ia memerintahkan penggunaan 10 helikopter dan sekoci militer untuk membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Namun, langkah tegasnya dalam mengeksekusi pejabat yang gagal dinilai sebagai sinyal kuat bahwa ketidakmampuan dalam menjalankan tugas tidak akan ditoleransi di Korea Utara.
Badan meteorologi Korea Selatan mencatat bahwa curah hujan dan suhu yang menyebabkan banjir di Korea Utara pada Juli 2024 merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, sehingga meningkatkan tantangan bagi pemerintah dalam menanggulangi dampaknya. Meski demikian, eksekusi mati terhadap pejabat yang gagal ini menunjukkan betapa ketatnya kendali Kim Jong Un dalam mempertahankan disiplin di jajaran pemerintahannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








