SN, Maumere – Kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sikka semakin mengemuka. Setelah menetapkan tiga tersangka dalam kasus proyek peningkatan air bersih IKK sumur bor di Kecamatan Nele, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka mulai mengalihkan fokus pada proyek lain yang diduga bermasalah. Dua proyek yang menjadi sorotan adalah pengadaan Mobil Bor dan Watergen Samparong.
Kepala Kejari Sikka, Henderina Malo, menegaskan bahwa kedua proyek tersebut sudah masuk dalam daftar penyelidikan.
“Kita proses satu per satu. Setelah ini, pasti proyek berikutnya akan kami usut. Kami harus memastikan semua alat bukti cukup agar penetapan tersangka dilakukan secara hati-hati,” ungkapnya kepada media pada Rabu, 11 Desember 2024.
Mobil Bor: Masalah Dokumen dan Penggunaan
Pengadaan mobil bor yang dikelola Dinas PUPR Sikka kini menjadi perhatian. Mobil tersebut, yang hingga kini terparkir di halaman kantor Dinas PUPR Sikka, ternyata tidak dapat digunakan.
Menurut sumber terpercaya dari dinas tersebut, dokumen penting seperti STNK dan BPKB masih ditahan oleh pihak dealer karena utang yang belum dilunasi antara penyedia dan dealer dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








