Salah satu korban Laurie Lilliott menceritakan, ia berhenti di jalannya di Dekle Beach, Florida, setelah menerobos badai, ia tidak dapat melihat garis atap rumahnya di balik pepohonan palem. Atap rumahnya telah runtuh, terkoyak oleh gelombang badai helene yang menghantam, hanya satu sudut tembok masih disangga oleh tiang pancang.
“Butuh waktu lama bagi saya untuk bernapas,” kata Lilliott.
Masyarakat di Florida bahkan belum pulih dari kehancuran yang di akibatkan badai tahun 2023 kemarin, dan saat ini dihadapi dengan kenyataan badai besar lain yang menghancurkan harta benda mereka.
Baca Juga : Jadwal Kampanye Resmi Dirilis! KPU NTT Pastikan Pemilu 2024 Berjalan Lancar
Total hingga hari ini, ada lima korban tewas di Florida, para korban berada di lingkungan zona merah tempat dimana semua warga diminta mengungsi menghindari badai, kata Bob Gualtieri, sheriff di daerah Pinellas County di wilayah St. Petersburg.
Beberapa yang bertahan akhirnya bersembunyi di loteng rumah mereka untuk menghindari banjir. Bob juga mengatakan jumlah korban tewas dapat bertambah karena petugas belum selesai mengecek ke rumah-rumah di daerah yang terkena banjir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









