Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi Amerika Dituduh Menghina Monarki Thailand

akademisi
Raja Maha Vajiralongkorn bersama Mayor Jenderal Sineenatra Wongvajirabhakdi, permaisuri kerajaan

Chambers dalam pernyataannya menjelaskan, bahwa tuduhan tersebut berawal dari pernyataan yang ia buat dalam sebuah webinar yang diadakan tahun lalu, di mana ia mengupas hubungan antara militer Thailand dan monarki dalam sesi tanya jawab.

“Saya percaya saya adalah orang non-Thailand pertama, yang juga merupakan akademisi pertama dalam beberapa tahun terakhir yang menghadapi tuduhan seperti ini,” ujarnya melalui telepon, sambil menambahkan bahwa meskipun ia merasa “tertekan” oleh situasi tersebut, ia mendapat dukungan dari kedutaan AS serta rekan-rekannya di universitas.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Baca Juga : Lesotho Negara Miskin Yang Terkena Pajak Tertinggi Oleh Trump

Sunai Phasuk dari Human Rights Watch mengonfirmasi kepada AFP bahwa pihak kepolisian di provinsi Phitsanulok memutuskan untuk tidak menahan Chambers segera. Sebagai gantinya, ia diminta untuk hadir pada hari Selasa depan di kantor polisi untuk mengakui dakwaan tersebut secara resmi.

Polisi Phitsanulok sendiri diinformasikan, tidak memberikan komentar mengenai kasus ini saat dihubungi oleh media Amerika.

Baca Juga :  Kepala eksekutif Renault Luca de Meo : Para pembuat kebijakan di Eropa harus mengambil inspirasi dari Tiongkok
  • Bagikan