Wakil Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan pernyataan yang menyebut tuduhan tersebut “tidak berdasar dan tidak memiliki dasar hukum apa pun. Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, Republik Islam Iran tidak memiliki niat maupun motif untuk mencampuri pemilihan presiden AS.”
Pernyataan AS mengatakan Iran telah melakukan operasi untuk mempengaruhi dan menargetkan publik Amerika, dalam upaya untuk mengobarkan perpecahan politik dan “operasi siber yang menargetkan kampanye presiden.”
“Ini termasuk aktivitas yang baru-baru ini dilaporkan untuk membahayakan kampanye mantan presiden Trump, yang oleh IC (komunitas intelijen) dikaitkan dengan Iran,” lanjutnya.
Dikatakan bahwa komunitas intelijen yakin bahwa agen Iran, menggunakan rekayasa sosial dan cara lain, “berusaha mendapatkan akses ke individu yang memiliki akses langsung ke kampanye presiden kedua partai,” kata pernyataan itu.
Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk pencurian dan pengungkapan “yang dimaksudkan untuk memengaruhi proses pemilu AS,” pernyataan itu menambahkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut secara detail. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








