Hewan ini asli pesisir Atlantik, tetapi telah menjadi spesies invasif di lautan Eropa dan Asia, menjelajahi dunia dengan menumpang di tangki pemberat kapal.

Untuk mengetahui apakah kenari laut dapat mengalami perkembangan terbalik, Burkhardt dan rekannya, ahli biologi kelautan Joan Soto-Angel, membuat percobaan dengan simulasi situasi pemicu stres utama yaitu kelaparan dan cedera.
Mereka tidak memberi makan ubur-ubur sisir selama dua minggu, dan melakukan lobektomi, yaitu memotong cuping mereka. Burkhardt mengakui metode tersebut tampak kasar, tetapi ia mengatakan kenari laut mengalami kondisi sulit yang sama di alam liar.
“Kenari laut yang lapar dan terluka” katanya, “menyusut hingga kira-kira seukuran saat mereka masih dalam tahap larva. Terlebih lagi, 13 dari 65 di antaranya menumbuhkan sepasang tentakel, dan menggunakannya untuk menangkap mangsa mikroskopis, sesuatu yang biasanya hanya mereka lakukan saat masih larva. Saat kenari laut tumbuh menjadi dewasa, tentakel mereka menyusut sedemikian rupa sehingga tidak berfungsi lagi, dan mereka malah menggunakan lobus dan anggota tubuh lainnya untuk berburu” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








