Pihak misi Iran di PBB di New York belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar mengenai laporan tersebut yang terdiri dari 20 halaman.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa Iran kini mengandalkan pengawasan elektronik untuk memantau pelanggaran jilbab. Di antaranya adalah penggunaan “pesawat nirawak” untuk memantau wanita di ruang publik.
Di Universitas Amirkabir Teheran, pihak berwenang memasang perangkat lunak pengenalan wajah di gerbang masuk untuk mendeteksi wanita yang tidak mengenakan jilbab.
Baca Juga : Mantan Bankir Jadi PM Kanada
Kamera pengawas yang terpasang di jalan-jalan utama juga diyakini digunakan untuk mencari wanita yang melanggar aturan berpakaian. Penyelidik PBB juga melaporkan bahwa mereka memperoleh aplikasi ponsel “Nazer,” yang dirancang oleh polisi Iran, yang memungkinkan warga melaporkan wanita yang tidak mengenakan jilbab di dalam kendaraan, termasuk ambulans, bus, kereta bawah tanah, dan taksi.
“Pengguna aplikasi ini dapat mencatat lokasi, waktu, tanggal, dan nomor plat kendaraan tempat pelanggaran jilbab terjadi, lalu melaporkan informasi tersebut secara daring kepada polisi,” kata laporan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








