“Laporan ini menunjukkan bahwa hukuman mati dan eksekusi digunakan oleh otoritas Iran untuk menimbulkan rasa takut dan sebagai alat represi terhadap suara-suara yang berseberangan, termasuk para pengunjuk rasa dan kelompok minoritas,” kata laporan itu.
Sementara Iran terus menindak keras penggunaan jilbab, negara ini juga tengah menghadapi krisis ekonomi yang diperburuk oleh sanksi AS terkait program nuklirnya yang terus berkembang.
Meski Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan perundingan baru, Iran belum memberikan respons positif terhadap surat yang ia kirimkan kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ketegangan sosial dan kesulitan ekonomi tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintahan teokrasi Iran. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








