Letnan Kolonel Nadav Shoshani, juru bicara militer Israel mengatakan, Hizbullah bermaksud menyerang target di Israel utara dan tengah. Ia mengatakan penilaian awal menemukan “kerusakan yang sangat kecil” di Israel, tetapi militer tetap waspada. Ia juga menyatakan sekitar 100 pesawat Israel ikut serta dalam serangan pada hari Minggu kemarin.
Dua militan Hizbullah dan seorang militan dari kelompok sekutu tewas, ungkap sebuah pernyataan dari kelompok Hizbullah. Sedangkan berselang setelahnya, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang terluka parah selama serangan roket Israel kemarin.
Dari sisi yang sama, Hizbullah juga menyampaikan serangannya melibatkan lebih dari 320 roket Katyusha yang diarahkan ke beberapa lokasi di Israel dan “sejumlah besar” pesawat nirawak. Dikatakan bahwa operasi tersebut menargetkan “target militer Israel kualitatif yang akan diumumkan kemudian” serta “lokasi dan barak musuh serta platform pertahanan rudal Iron Dome milik Israel.”
Perang habis-habisan ‘tidak mungkin’ terjadi saat ini
Randa Slim, seorang peneliti senior di Institut Timur Tengah yang berpusat di Washington, DC, mengatakan bahwa terjadinya saling tembak roket pada Minggu dini hari hingga siang”masih dalam aturan keterlibatan dan tidak mungkin pada saat ini mengarah pada perang habis-habisan.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









