Danny Citrinowicz, seorang pakar di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, mengatakan Hizbullah mungkin mencoba “menyeimbangkan persamaan tanpa memicu perang.” Masing-masing pihak kini berharap narasi mereka akan cukup untuk menyatakan kemenangan dan menghindari konfrontasi yang lebih luas, katanya.
Baca Juga : Ilmuan Norwegia Temukan Makhluk laut Yang Bisa Berubah Kembali menjadi bayi
Hizbullah mulai menyerang Israel segera setelah dimulainya perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel. Israel dan Hizbullah saling tembak hampir setiap hari, menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dari kedua sisi perbatasan. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









