Penyakit ini umum terjadi di Sudan. Wabah besar sebelumnya telah menewaskan sedikitnya 700 orang dan membuat sekitar 22.000 orang sakit dalam waktu kurang dari dua bulan pada tahun 2017.

Sudan terjerumus ke dalam kekacauan pada bulan April tahun 2023 lalu ketika ketegangan yang membara antara militer dan kelompok paramiliter yang kuat, meledak menjadi perang terbuka di seluruh negeri.
Baca Juga : Israel membombardir Hizbullah, Ratusan Orang Tewas Puluhan Ribu Mengungsi
Peperangan tersebut menghancurkan ibu kota Khartoum dan wilayah perkotaan lainnya, peperangan telah ditandai oleh kekejaman termasuk pemerkosaan massal dan pembunuhan bermotif etnis yang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, terutama di wilayah barat Darfur, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi internasional.
Menurut PBB, perang ini telah menewaskan sedikitnya 20.000 orang dan melukai puluhan ribu lainnya. Namun, kelompok hak asasi manusia dan aktivis mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.
Krisis pengungsian
Perang di Sudan juga telah menciptakan krisis pengungsian terbesar di dunia. Lebih dari 13 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak pertempuran dimulai, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi. Masyarakat Sudan yang mengungsi termasuk lebih dari 2,3 juta orang yang melarikan diri ke negara-negara tetangga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








