Tuduhan tersebut menunjukkan bahwa lembaga-lembaga di Brasil kuat, independen, dan tangkas, menurut Machado. Mereka menjadi panutan bagi negara-negara lain yang demokrasinya terancam.
Bolsonaro dilarang mencalonkan diri dalam pemilu 2026 setelah hakim di pengadilan pemilihan umum tertinggi negara itu memutuskan bahwa ia menyalahgunakan kekuasaannya dan menimbulkan keraguan yang tidak berdasar pada sistem pemungutan suara elektronik negara itu.
Baca Juga : Mesir Umumkan Penemuan Makam Raja Thutmose II
Menyusul dakwaan pada hari Selasa kemarin, Bolsonaro akan “memposisikan dirinya sebagai korban,” kata Carlos Melo, seorang profesor ilmu politik di Universitas Insper di Sao Paulo. Bolsonaro sebelumnya mengatakan bahwa masalah hukum yang dihadapinya merupakan upaya untuk menghentikannya kembali menjabat.
“Akan ada pertikaian politik, tetapi itu akan mereda,” kata Carlos.
Dalam dakwaannya, Gonet mengatakan bahwa organisasi kriminal yang dituduhnya “dipimpin oleh presiden (saat itu) dan pasangannya, Jenderal Braga Netto.” “Keduanya menerima, mendorong, dan melaksanakan tindakan-tindakan yang dijelaskan dalam undang-undang pidana kita sebagai tindakan yang menyerang keberadaan dan independensi (cabang-cabang) kekuasaan dan pemerintahan yang demokratis,” tulis Gonet dalam laporannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








