
Ini adalah pertama kalinya Zelenskyy mengutarakan tujuan operasi secara jelas dan terbuka, yang diluncurkan pada 6 Agustus lalu.
Asumsi pertama yang dihancurkan oleh operasi ini adalah, bahwa Ukraina tidak akan mampu mendapatkan kembali inisiatif hingga tahun depan.
Phillip Karber, yang mengajar di Universitas Pertahanan Nasional yang berpusat di Washington mengatakan, selama ini Barat secara pasif berasumsi Moskow mempunyai keuntungan, dan bahwa mereka akan terus maju di wilayah Donbass timur serta tidak ada alternatif strategis lainnya.
Beberapa pengamat berspekulasi, Ukraina mencoba menarik pasukan Rusia dari Donbass untuk mengurangi tekanan pada pasukannya di sana.
Jika memang demikian, kata Karber, pertaruhan itu “benar-benar belum membuahkan hasil” dan ia khawatir Ukraina akan segera menghadapi serangan balik yang gigih di salah satu atau kedua titik yang menonjol. Sasaran Rusia adalah menjebak pasukan Ukraina dalam kantong, sebuah taktik yang sangat baik digunakan Tentara Merah Soviet selama Perang Dunia Kedua.
Pelajaran yang dapat dipetik NATO adalah, terlepas dari gambar-gambar di media sosial tentang penyerahan diri tentara Rusia, keberhasilan upaya menciptakan zona penyangga ini masih jauh dari kata terjamin. “Unit Rusia tangguh,” kata Karber.
Baca Juga : Militer Israel Konfirmasi Telah Temukan Jasad 6 Sandera Yang Ditawan di Gaza
Mungkin memang begitu, tetapi pensiunan letnan jenderal AS Ben Hodges mengatakan peristiwa beberapa bulan terakhir telah mengungkap beberapa kelemahan penting baik pada militer Rusia maupun kompleks industri pertahanan negara itu.
“Kita berharap dapat mengetahui lebih jauh, tapi saya yakin ada banyak aset intelijen yang berfokus pada hal ini, apa kemampuan Rusia yang sebenarnya? Apa kemampuan mereka untuk mempertahankan operasi?” kata Hodges.
“Saya pikir sudah jelas sejak lama bahwa Rusia tidak memiliki kemampuan untuk mengeluarkan Ukraina dari perang selama Barat terus memberikan bantuan, bahkan dalam jumlah yang sederhana seperti yang kami berikan sekarang.”
Banyak pakar telah memperingatkan bahwa Angkatan Darat Rusia sedang membangun kembali untuk menutupi kerugian peralatannya yang besar dan bahkan belajar dari jumlah korban yang sangat besar yang telah dideritanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








