
(Layanan Darurat Ukraina melalui AP)
Pernyataan serupa datang dari Letnan Jenderal Purnawirawan Keith Kellogg, utusan khusus mantan Presiden Donald Trump untuk Ukraina dan Rusia, yang menyebut serangan di Sumy telah “melampaui batas kepatutan.” Ia menegaskan bahwa pemerintah AS tetap berkomitmen mencari jalan keluar diplomatik untuk menghentikan konflik berkepanjangan ini.
Baca Juga : Serangan Udara Israel Hantam RS Al-Ahli di Gaza
Serangan terhadap Sumy terjadi hanya beberapa hari setelah serangan rudal serupa menghantam kota Kryvyi Rih — kampung halaman Presiden Zelenskyy — pada 4 April lalu, yang menewaskan sedikitnya 19 orang, termasuk sembilan anak-anak.
Zelenskyy kembali menyerukan respons global terhadap eskalasi ini. “Kata-kata tidak akan menghentikan rudal balistik dan bom udara. Dunia harus bersikap terhadap Rusia sebagaimana dunia memperlakukan seorang pelaku teror,” tegasnya.
Sementara itu, di bagian lain Ukraina, tiga warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan Rusia di wilayah Kherson, menurut Gubernur Oleksandr Prokudin. Di wilayah Donetsk, seorang warga juga meninggal akibat penembakan, menurut Gubernur Vadym Filashkin. Di Kharkiv, sebuah taman kanak-kanak menjadi sasaran serangan udara yang merusak fasad dan memecahkan jendela, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangkaian serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang belum menunjukkan hasil signifikan. Sehari sebelumnya, perwakilan tinggi dari Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan atas pelanggaran kesepakatan sementara yang dimediasi oleh Amerika Serikat terkait penghentian serangan terhadap infrastruktur energi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









