Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Amerika Mulai Berlakukan Tarif Terhadap Produk China sebesar 104% Hari ini.

china

Ia kembali menegaskan keyakinan kuat Trump bahwa AS harus mengutamakan pemulihan sektor manufaktur di dalam negeri.

“Presiden Trump memiliki tekad baja dan tidak akan goyah,” tegas Leavitt, sambil menambahkan bahwa “AS yang kuat tidak bisa sepenuhnya bergantung pada negara asing untuk makanan, obat-obatan, dan sumber daya penting lainnya.”

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun, kebijakan tarif Trump menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk beberapa tokoh terkemuka di Wall Street, yang memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa memicu inflasi dan memperlambat perekonomian AS.

“Apakah kebijakan tarif ini akan menyebabkan resesi atau tidak masih menjadi pertanyaan, tetapi hal itu pasti akan menghambat pertumbuhan,” kata CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham pada hari Senin lalu.

Beberapa ekonom juga memperkirakan kemungkinan resesi di AS setelah pengumuman tarif timbal balik oleh Trump. Analis Goldman Sachs, pada hari Senin, menaikkan probabilitas resesi dalam 12 bulan mendatang menjadi 45%, dari sebelumnya 35%. Goldman mencatat bahwa faktor-faktor seperti ketatnya kondisi keuangan, boikot konsumen terhadap produk AS, dan ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi Trump berpotensi akan menekan pengeluaran modal lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. (Red)

Baca Juga :  Ancaman Kelaparan dan Wabah: Myanmar di Ambang Bencana Kemanusiaan!
  • Bagikan