Pada hari Kamis, Presiden Polandia Andrzej Duda mengusulkan agar semua anggota NATO mengalokasikan setidaknya 3% dari PDB mereka untuk pertahanan. Di sisi lain, Friedrich Merz, konselir Jerman terpilih, mengumumkan rencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan infrastruktur negara jika ia selesai dilantik.
Pernyataan Trump muncul setelah komentar kontroversial mengenai kontribusi negara-negara sekutu NATO. Dalam tanggapannya yang tajam, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Prancis dan AS adalah “sekutu yang setia dan dapat dipercaya,” dan bahwa Prancis memiliki “rasa hormat dan persahabatan” dengan AS. Macron menyatakan, “Saya pikir kita berhak mengharapkan hal yang sama.”
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance mengundang kemarahan setelah meremehkan kontribusi militer sekutu utama AS, khususnya Inggris dan Prancis, dalam wawancara dengan Fox News.
Vance mengatakan bahwa kesepakatan ekonomi yang didorong oleh Gedung Putih antara Ukraina dan AS lebih berharga daripada kontribusi militer dari negara yang tidak berperang selama beberapa dekade. Komentar ini menimbulkan reaksi keras dari politisi di Inggris dan Prancis, yang merasa dihina atas pengorbanan pasukan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









