Beberapa waktu setelah pernyataannya, Vance mencoba meluruskan ucapannya di media sosial, mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud meremehkan Inggris atau Prancis. Namun, kerusakan diplomatik sudah terjadi.
Pemimpin sayap kanan Prancis, Marine Le Pen, mengutuk komentar tersebut, dan anggota Parlemen Inggris Ben Obese-Jecty menyebutnya sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap pengorbanan tentara mereka. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









