Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

UEA Jatuhi Hukuman Mati Pada Pelaku Pembunuhan Rabi Yahudi

uea
Orang-orang berdiri di samping peti mati rabi Israel, Zvi Kogan, yang ditemukan terbunuh di Uni Emirat Arab, selama pemakamannya, di Kfar Habad, Israel, 25 November 2024. (Stoyan Nenov/REUTERS)

Baca Juga : Sandera Asal Israel Meminta Netanyahu Hentikan Perang

Hubungan diplomatik antara Israel dan UEA tetap ada meskipun tegang akibat perang, Israel tetap memiliki konsulat di Dubai dan kedutaan besar di Abu Dhabi. Pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sempat mengaitkan pembunuhan ini dengan “poros kejahatan”, frasa yang sebelumnya digunakan untuk merujuk pada Iran dan sekutunya, meskipun tidak ada bukti langsung yang menghubungkan Iran dengan pembunuhan tersebut. Kedutaan Besar Iran di Abu Dhabi membantah keterlibatannya, dan UEA sendiri juga tidak menuduh Iran secara langsung.

Zvi Kogan, 28 tahun, merupakan seorang rabi ultra-Ortodoks yang mengelola sebuah toko kelontong kosher di Dubai, sebuah kota yang kini menjadi tujuan wisata dan bisnis bagi warga Israel sejak kedua negara menandatangani Perjanjian Abraham pada tahun 2020. Komunitas Yahudi di UEA telah berkembang pesat, dengan sinagoge dan berbagai bisnis yang melayani pengunjung kosher.

Zvi Kogan, yang juga merupakan utusan gerakan Chabad Lubavitch, dilaporkan diculik di Dubai dan dibawa ke perbatasan Oman. Jenazahnya ditemukan setelah upaya pencarian besar yang melibatkan badan keamanan dan intelijen dari berbagai negara. Zvi Kogan akhirnya dimakamkan di Israel.

Baca Juga :  Peringati Harganas ke 32 Ini Yang Ditegaskan Bupati Kupang
  • Bagikan