Selain itu, layanan BPJS kini bersifat borderless, memungkinkan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan di mana pun mereka berada di Indonesia, tanpa terikat pada lokasi kepesertaan awal. Hal ini menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang sering berpindah tempat, seperti pekerja migran domestik dan komunitas pedalaman.
Hingga tahun 2024, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.162 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Uniknya, 66% dari rumah sakit mitra tersebut adalah milik swasta, membuktikan kuatnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendukung UHC.
“Kami membuka diri seluas-luasnya kepada sektor swasta untuk terlibat dalam pelayanan kesehatan publik. Semakin banyak pilihan, semakin besar peluang masyarakat mendapat layanan berkualitas,” tegas Ghufron.
Kesuksesan Indonesia kini menginspirasi banyak negara. BPJS Kesehatan telah menerima banyak kunjungan studi banding dari negara-negara di Asia, Afrika, hingga Timur Tengah yang ingin meniru model jaminan kesehatan Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









