Menurut data Kementerian ESDM, total penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan Semester I‑2024 mencapai 217,7 MW, dengan PLTS melampaui target tahunan 147 % — indikasi percepatan adopsi surya setelah insentif PLTS atap diperluas.
Target Kapasitas
- 2026: 15 GWh baterai (fase‑2 Karawang)
- 2027: 40 GWh (ekspansi Halmahera)
- 2030: ≥ 100 GWh + 100 GW PLTS terpasang
Manfaat Ekonomi: penghematan devisa impor BBM & LNG, penciptaan > 40 000 lapangan kerja, stimulus rantai pasok logistik dan UMKM.
Tantangan: pendanaan USD 20+ miliar tambahan, regulasi tarif listrik surya‑baterai, dan penegakan standar lingkungan HPAL nikel.
Presiden menutup pidato dengan seruan “hilirisasi berkeadilan”: memberi porsi saham, tender, dan tenaga kerja kepada pelaku usaha daerah agar anak‑anak daerah menjadi tuan di negerinya sendiri. Momentum ini ditopang oleh program vokasi baterai‑kimia di 12 politeknik baru serta kemudahan super‑deduction tax 250 % untuk R&D energi terbarukan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









