Gibran menekankan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga penguatan nilai-nilai budaya dan sosial yang menjadi perekat bangsa. Oleh sebab itu, ia mendorong PSBI dan organisasi sejenis untuk tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi lokal.
“Kita tidak boleh tercerabut dari akar budaya kita. Justru dengan membangun dari bawah, dari desa, dari komunitas adat seperti PSBI, kita bisa menciptakan pembangunan yang adil dan merata,” tambahnya.
PSBI sendiri merupakan organisasi paguyuban marga Simbolon beserta boru-nya (perempuan marga Simbolon dan keturunannya), yang aktif dalam kegiatan sosial, kebudayaan, dan pembangunan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, PSBI juga terlibat dalam program-program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM dan pelestarian lingkungan di berbagai daerah.
Ketua Umum PSBI, dalam sambutannya, menyatakan kesiapan seluruh anggota untuk menjadi bagian aktif dari pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa PSBI akan terus mengembangkan peran strategisnya sebagai kekuatan budaya dan sosial yang konstruktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








