SN – Penanganan pascabanjir bandang Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, memasuki hari ke-3. Bencana yang terjadi di daerah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Beberapa kebijakan mengenai langkah darurat dan potensi bahaya ke depan disampaikan BNPB.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana banjir bandang di Kelurahan Rua-Kota Ternate pada Selasa (27/8). Pada kesempatan itu, Suharyanto mengungkapkan kebijakan dalam tiga fase, yaitu jangka pendek, menengah dan panjang. Selama masa tanggap darurat atau jangka pendek, Kepala BNPB mendorong optimalisasi pencarian korban hilang.
Terkait Upaya tersebut, pada hari ini, Selasa (27/8), petugas gabungan berhasil mengevakuasi 2 korban meninggal dunia, sedangkan 1 lagi masih dinyatakan hilang.
Selain itu, pada fase tanggap darurat Suharyanto menggarisbawahi pemenuhan kebutuhan para penyintas dan warga terdampak. Pada saat di pos pengungsian Kepala BNPB menyampaikan apabila ada jenis kebutuhan yang masih harus dipenuhi, seperti pakaian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








