Simulasi pertempuran laut menjadi salah satu tontonan utama. Kapal-kapal TNI AL berhadapan dalam formasi taktis, memperlihatkan strategi menyerang dan bertahan dengan tembakan meriam hampa, dukungan helikopter, hingga infiltrasi pasukan khusus ke sasaran strategis. “Divisi kapal amfibi nantinya juga menampilkan pertahanan udara dan pantai, termasuk tembakan Roket RM-DRAT oleh Marinir,” jelas Nurlan.
Tak hanya kekuatan militer, demo laut ini turut melibatkan kapal-kapal sipil yang menjadi bagian penting ekosistem maritim Indonesia. Kapal PT Pelni, PT Pelindo, Bea Cukai, KPLP, Bakamla, hingga Basarnas, beriringan bersama KRI Bima Suci dan KRI Dewaruci yang menjulang megah dengan layar terkembang.
Divisi kapal selam bahkan disertai kapal ikan yang ikut berkonvoi, memberi pesan kuat tentang keterlibatan masyarakat maritim dalam menjaga kedaulatan laut. “Kapal ikan akan ikut konvoi bersama kami, sebelum akhirnya demonstrasi pasukan khusus dan kekuatan udara ditampilkan,” tambah Nurlan.
Menutup rangkaian atraksi, Rajawali Laut Flight menghadirkan manuver udara presisi yang memukau. Formasi dinamis pesawat, gerakan meliuk, hingga puncak aksi ketika seluruh pesawat berpencar serentak dari satu titik, menciptakan simbol kuat semangat juang, kebersamaan, dan kesiapan menjaga langit serta laut Nusantara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








