Bukan berarti setiap kesalahan harus dibiarkan atau setiap pelanggaran tidak perlu diberikan konsekuensi. Guru tetap harus mendidik dengan disiplin, ketegasan, dan keadilan. Namun, disiplin harus berjalan bersama kasih, dan ketegasan harus disertai pemahaman.
Kita perlu belajar membedakan antara anak yang tidak mau belajar dan anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi sedang menghadapi keadaan yang membuatnya kesulitan.
Sebagai guru, kita memang memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran dan memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Namun, tanggung jawab kita tidak berhenti pada pencapaian nilai akademik. Kita juga memiliki peran dalam membangun karakter, menumbuhkan harapan, dan membantu murid menemukan kembali semangat untuk menjalani pendidikannya.
Saya percaya bahwa menjadi guru juga berarti bersedia mengambil peran sebagai orang tua kedua di sekolah. Kita harus mampu mengasihi, memahami, mengarahkan, dan mendampingi murid agar mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
