Anak-anak yang telanjur terlibat dalam konsumsi miras tidak boleh dianggap sebagai generasi yang gagal. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, melanjutkan pendidikan, dan mengambil bagian dalam pembangunan kampung. Tugas kita adalah memastikan bahwa kesempatan tersebut tidak tertutup oleh stigma, pengucilan, atau sikap masa bodoh.
Sudah saatnya kita menghentikan normalisasi konsumsi miras di kalangan pelajar. Bukan dengan kebencian, melainkan melalui pendidikan, keteladanan, pengawasan, penegakan aturan, dan pembukaan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda. Bukan dengan saling menyalahkan, melainkan dengan keberanian untuk mengevaluasi diri dan bekerja bersama.
Pada akhirnya, menyelamatkan generasi muda bukan hanya urusan keluarga tertentu, sekolah tertentu, atau pemerintah desa semata. Ini adalah tanggung jawab moral seluruh masyarakat. Sebab, ketika seorang anak kehilangan arah, kita tidak cukup hanya bertanya siapa yang salah. Kita juga harus bertanya apa yang dapat kita lakukan untuk membantunya menemukan jalan kembali.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








