JANGAN BIARKAN MIRAS MERAMPAS MASA DEPAN ANAK KAMPUNG

Kontributor : Yafet Tunliu Editor: Redaksi
IMG 20261007 WA0003 1

Akan tetapi, menghentikan normalisasi miras tidak berarti mempermalukan atau mengucilkan pelajar yang terlibat. Cap buruk, ejekan, dan penghakiman sosial justru dapat memperlebar jarak antara anak muda dan orang dewasa yang seharusnya mendampingi mereka.

Kita harus mampu membedakan antara menolak perilaku yang merugikan dan menolak orang yang melakukannya. Perilaku konsumsi miras di kalangan pelajar harus dicegah dan ditangani secara tegas, tetapi anak-anak yang terlibat tetap membutuhkan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pendekatan yang mendidik bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, itulah bentuk ketegasan yang memahami bahwa tujuan utama kita bukan sekadar menghentikan suatu perilaku untuk sementara waktu, melainkan membantu generasi muda membangun kebiasaan dan pilihan hidup yang lebih baik.

Dari Kampung untuk Indonesia: Membangun Gerakan Bersama

Menyelamatkan generasi muda dari risiko konsumsi miras tidak dapat dibebankan hanya kepada guru, orang tua, atau pemerintah desa. Diperlukan gerakan bersama yang terarah, konsisten, dan berkelanjutan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Kritis Menimbang Kekuatan Para Calon Gubernur NTT
  • Bagikan