Ada satu hal yang perlu kita renungkan bersama: anak-anak tidak tumbuh hanya dari nasihat yang mereka dengar, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari.
Kita tidak dapat berharap generasi muda menjauhi miras apabila lingkungan di sekitarnya justru memperlihatkan bahwa konsumsi alkohol merupakan sesuatu yang biasa, bahkan dianggap sebagai bagian dari pergaulan atau cara menunjukkan kedewasaan. Ketika orang dewasa tidak memberikan contoh yang baik, pesan pendidikan berisiko kehilangan kekuatannya.
Hal ini bukan berarti seluruh persoalan anak muda harus dibebankan kepada orang tua atau masyarakat. Namun, kita perlu jujur mengakui bahwa pembentukan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama, sekolah menjadi tempat penguatan pengetahuan dan karakter, sedangkan masyarakat menyediakan ruang sosial tempat nilai-nilai tersebut dipraktikkan.
Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anaknya. Menanyakan bagaimana hari mereka berlangsung, mengenal lingkungan pergaulannya, mendengarkan persoalan yang dihadapi, dan memberikan batasan yang jelas merupakan bentuk perhatian yang tidak boleh diabaikan. Pengawasan tetap diperlukan, tetapi pengawasan yang disertai dialog akan lebih membantu anak memahami alasan di balik aturan yang diberikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








