JANGAN BIARKAN MIRAS MERAMPAS MASA DEPAN ANAK KAMPUNG

Kontributor : Yafet Tunliu Editor: Redaksi
IMG 20261007 WA0003 1

Balai desa, lapangan olahraga, dan fasilitas umum lainnya semestinya tidak hanya menjadi bangunan atau ruang yang sesekali digunakan untuk kegiatan seremonial. Tempat-tempat tersebut dapat dihidupkan menjadi pusat kegiatan yang memungkinkan anak-anak muda belajar, berkreasi, berdiskusi, dan bekerja bersama.

Namun, kegiatan positif tidak boleh dipandang sebagai satu-satunya solusi. Program yang dibangun perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata anak muda, melibatkan mereka sejak tahap perencanaan, dan dilaksanakan secara konsisten agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Keempat, peredaran miras harus mendapat pengawasan serius. Pemerintah desa perlu bekerja sama dengan aparat berwenang untuk mencegah akses miras yang berisiko menjangkau anak di bawah umur serta menindak pelanggaran sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pengawasan tidak cukup dilakukan melalui imbauan. Diperlukan koordinasi, pelaporan yang bertanggung jawab, dan tindak lanjut yang jelas terhadap persoalan yang ditemukan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Tiga Luka Lama Indonesia: Korupsi, Kemiskinan, dan Hilangnya Tanah Adat
  • Bagikan