Guru Juga Perlu Belajar
Pengalaman ini mengubah cara saya memandang kesulitan belajar murid.
Dulu, ketika melihat murid tidak mau menulis, saya lebih mudah memberikan label “malas”. Kini saya belajar untuk berhenti sejenak dan bertanya: Apakah mereka benar-benar tidak mampu, atau pembelajaran yang saya berikan belum membantu mereka menemukan cara untuk mampu?
Pertanyaan itu penting karena guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar. Ketika murid mengalami kesulitan, guru perlu bersedia mengevaluasi strategi yang digunakan.
Dalam pembelajaran, perubahan tidak selalu harus dimulai dari murid. Kadang-kadang, perubahan justru harus dimulai dari guru. Jika murid tidak tertarik menulis, mungkin yang perlu kita ubah bukan hanya tugas menulisnya, tetapi pengalaman belajar yang melahirkan tulisan tersebut. Jika murid sulit memahami materi, mungkin kita perlu mengubah cara menyajikannya. Dan jika murid terlihat pasif, mungkin kita perlu bertanya kembali: sudahkah ruang belajar memberi mereka kesempatan untuk bersuara?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








