Ketika Menulis Terasa Menjadi Beban: Mengubah Cara Mengajar, Mengubah Pengalaman Belajar

Kontributor : Antonia Editor: Redaksi
IMG 20260811 WA0019

Menulis Bukan Beban, tetapi Hasil dari Proses Berpikir

Pengalaman saya di kelas V SD Inpres Tepas memberikan satu pelajaran sederhana: murid tidak selalu membutuhkan lebih banyak perintah untuk belajar. Mereka membutuhkan pengalaman belajar yang membuat mereka ingin belajar.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ketika pembelajaran memberi ruang kepada murid untuk mengamati, bertanya, mencari tahu, berdiskusi, dan melakukan evaluasi, kegiatan menulis dapat berubah dari sebuah kewajiban menjadi bagian alami dari proses berpikir.

Karena itu, ketika seorang murid belum mampu menulis dengan baik, mungkin kita tidak perlu buru-buru mengatakan bahwa ia malas. Barangkali ia hanya belum menemukan sesuatu yang ingin ia ceritakan.

Dan mungkin tugas kita sebagai guru bukan sekadar meminta mereka menulis, tetapi menciptakan pengalaman belajar yang membuat mereka memiliki sesuatu yang bermakna untuk ditulis.

Sebab pada akhirnya, perubahan pembelajaran sering kali bermula dari satu keberanian sederhana: guru bersedia mengubah cara pandangnya sebelum meminta murid mengubah caranya belajar.*

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Undana Rampungkan Seleksi Satgas PPKPT, Perkuat Perlindungan Mahasiswa dari Bullying dan Kekerasan
  • Bagikan