Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menakhodai Sekolah di Ujung Negeri: Merawat Harapan di Tengah Keterbatasan

Kontributor : Bynerd Toy Editor: Redaksi
20c0cfe1 1cbb 4670 b297 85a4ce4cd3c5

Perjalanan menuju SMA Negeri Matpunu bukanlah perjalanan yang mudah. Sekolah ini berada di daerah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang. Jalan menuju lokasi sekolah sebagian besar berbatu dan berlubang. Untuk mencapainya, seseorang harus melintasi lima sungai besar yang belum memiliki jembatan permanen. Pada musim kemarau, perjalanan masih dapat ditempuh dengan penuh kehati-hatian. Namun, ketika musim hujan tiba, sungai-sungai tersebut sering meluap dan membuat akses menjadi sangat berisiko.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mungkin menjadi alasan untuk menyerah. Namun bagi saya, tantangan geografis bukanlah penghalang untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak yang membutuhkannya. Justru di tempat-tempat seperti inilah kehadiran pendidikan menjadi sangat penting sebagai jembatan menuju masa depan yang lebih baik.

Tantangan yang kami hadapi tidak berhenti pada persoalan akses transportasi. Saat sekolah ini dirintis, hampir seluruh sarana dan prasarana pendidikan belum tersedia. Tidak ada ruang kelas yang layak, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, laboratorium komputer, asrama siswa, maupun rumah dinas guru. Listrik dan jaringan telekomunikasi juga sangat terbatas.

Baca Juga :  Di Antara Kata yang Asing dan Harapan yang Tumbuh: Catatan Mengajar Bahasa Inggris dari Daerah 3T
  • Bagikan