Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMA Negeri Matpunu menjadi bukti bahwa kehadiran sekolah ini sangat dibutuhkan. Namun, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menghadapi tantangan tersendiri. Ketika banyak sekolah telah menerapkan sistem pendaftaran daring, kondisi di Matpunu tidak memungkinkan hal tersebut dilakukan secara optimal. Banyak orang tua dan calon siswa belum memiliki perangkat digital, sementara beberapa wilayah seperti Maonana dan Nefolila belum terjangkau listrik maupun jaringan telekomunikasi yang memadai.
Karena itu, pelaksanaan SPMB dilakukan secara luring atau tatap muka. Orang tua mendampingi anak-anak mereka untuk datang langsung ke sekolah dan melakukan pendaftaran. Meskipun sederhana, cara ini menjadi bentuk pelayanan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Di balik segala keterbatasan yang ada, SMA Negeri Matpunu tetap berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini tercermin dalam visi sekolah, yaitu “Menghasilkan Output yang Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal”. Budaya lokal tidak hanya dijaga, tetapi juga diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









