Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik Pelatihan Lima Hari, Ada Mimpi Besar untuk Sekolah di TTS

Kontributor : Lenzho Asbanu Editor: Redaksi
IMG 20260427 111829

Materi yang diberikan pun tidak main-main. Mulai dari manajemen kelas, pembelajaran inkuiri, asesmen autentik, hingga penguatan literasi dan numerasi, dua hal yang kini menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. Bahkan, pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai “co-pilot” yang membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan.

Namun pada akhirnya, pelatihan ini bukan tentang materi.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia tentang manusia.

Tentang guru-guru yang diam-diam ingin menjadi lebih baik. Tentang keinginan untuk melihat siswa mereka lebih memahami, lebih berani, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Di sela-sela sesi, beberapa guru terlihat masih berdiskusi, enggan menyia-nyiakan waktu. Ada yang mencatat serius, ada yang bertanya tanpa ragu, dan ada pula yang mulai membayangkan, bagaimana nanti mereka akan mengubah cara mengajar di kelas.

Lima hari mungkin terasa singkat. Tapi perubahan memang tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, ia lahir dari ruang sederhana, dari pertemuan singkat, dari keberanian kecil untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Baca Juga :  Femmy Bouwman: Trinity EIS Fokus Bahasa Inggris dan Karakter, Targetkan Prestasi Global
  • Bagikan